Buku ini merupakan novel pertama Ayu Utami yang diikutsertakan dalam lomba Sayembara Novel yang diadakan Dewan Kesenian Jakarta. Sampai tahun 2011 sudah dicetak ke-28 kali, hal yang mampu mencetak rekor menandingi karya sastra seperti Siti Nurbaya karya Marah Rusli. Buku yang terlahir di zaman pra-reformasi, masih dalam kungkungan kekuasaan Orde Baru ini mampu memberi angin segar dalam keberaniannya mengungkapkan ide-ide krusial maupun kontroversial di mata penguasa pada waktu itu. Namun akhirnya buku ini diterima oleh masyarakat Indonesia, danĀ mendapat penghargaan Prince Claus Award tahun 2000.

Imam yang hidup
Harap mencantumkan alamat dan kontak yang bisa dihubungi dengan benar,
